You are here:

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Yang Perlu Kamu Ketahui

 

Salah satu kewajiban warga negara adalah membayar pajak. Ada beberapa macam pajak seperti pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, pajak penjualan atas barang, pajak barang mewah dan bea materai serta Pajak bumi dan bangunan.

Kali ini infogadget akan membahas tentang pajak penghasilan, Bagaimana sih menghitung pajak penghasilan itu? Karena jika Anda tidak mengetahui dengan detail nantinya bisa salah dalam melaporkan pajak penghasilan Anda.

Pajak penghasilan atau PPh masuk dalam UU No. 36 tahun 2008 tentang pajak, yang terkena pajak PPh adalah semua bentuk penghasilan termasuk upah, gaji, tunjangan, honorarium ataupun pembayaran lain yang ada hubungannya dengan jasa, kegiatan, jabatan atau pekerjaan.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk menghitung pajak penghasilan adalah Hitung penghasilan bersih selama satu tahun.

Penghasilan bersih ini dihitung dari penghasilan bruto dikurangi dengan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan yang didalamnya juga termasuk beban pensiun, hutang dan kredit bank.

Setelah berhasil menentukan penghasilan bersih langkah selanjutnya adalah menghitung penghasilan tidak kena pajak (PTKP).

Penghasilan tidak kena pajak ini telah ditentukan oleh Dirjen Pajak :

  • RP. 54.000.000 untuk pribadi wajib pajak
  • Rp. 4.500.000 tambahan untuk wajib pajak kawin
  • Rp. 4.500.000 tambahan untuk anak/anggota keluarga lain yang menjadi tanggungan.

Menghitung penghasilan kena Pajak (PKP)

PKP ini juga sangat penting karena nominal nya akan dimasukkan dalam hitungan PPh. Untuk memperoleh PKP dapat dilakukan dengan melakukan pengurangan penghasilan bersih dengan PTKP.

Skema  Penghitungan PPh.

  1. Ketahui terlebih dahulu PKP Anda baru kemudian tentukan persentase PPh yang diterapkan.

Berikut ini tetapan dari PKP  :

  • PKP kurang dari Rp. 50 Juta dikenai tarif pajak 5 %
  • PKP antara Rp. 50 juta – 250 juta dikenai pajak 15 %
  • PKP antara Rp. 250 juta – 500 juta dikenai tarif pajak 25%
  • PKP diatas  Rp. 500 juta dikenai  tarif pajak 50%

2. Setelah itu kalikan antara PKP dengan persentase diatas. Hasilnya merupakan PPh yang wajib dibayarkan selama satu tahun.

Misalkan saja penghasilan Anda adalah 7 Juta Rupiah, maka penghasilan kotor pertahunnya adalah Rp.  84 juta. Sedangkan iuran pensiun dan tunjangan hari tua senilai Rp. 2.000.000.  Anda masih bujangan maka masuk kedalam kategori PTKP poin pertama yaitu Rp. 54 juta. Untuk mencari PPh maka langkahnya  adalah

Hitung Penghasilan bersih = Penghasilan Bruto – beban tanggungan

  • 84.000.000 – 2.000.000 = Rp. 82.000.000

Hitung PKP = Penghasilan bersih – PTKP

  • 82.000.000 – 54.000.000 = Rp. 28.000.000

Hitung PPh = PKP x Persentase PPh

PPh = Rp. 28.000.000 x 5% (PKP kurang dari Rp. 50 jt maka 5 %)

PPh = Rp. 1.400.000

Dengan melihat hitungan diatas berarti Anda harus membayar PPh sebesar Rp. 1.400.000.

Gimana mudah bukan? Ok selanjutnya silahkan di coba

Posted by admin 0 Responses
     

Leave a Reply to this Post

Aug
2